Minggu, 13 Juli 2014

Golden Sunrise Sikunir

Sunrise itu memang indah
Menikmatinya diatas bukit sikunir
Diatas desa tertinggi di pulau Jawa ini


Bismillah
Mari menulis lagi
Kali ini cerita saya sedikit berbeda walupun sama-sama soal gunung ^^
Saya memang lagi jatuh cinta pada ketinggian yang menggoda itu :D

Hari itu minggu yang membosankan tanpa acara dolan, iya sih soalnya juga lagi pada sibuk semua yang diajakin -__- . Tapi entah kenapa, malemnya saya bbm-an sama andra iya andra sabahat balita dulu kala. Biasa cewek ketemu cewek biasanya panjang lebar ngomongnya. Ehh, ujungnya ketemu sama Dieng Plateau :D jadi geregetan deh pengen menikmati sunrise dari bukit sikunirnya. Lalu kita susun acara tuh dadakan pukul 22.00 wib. Jam segitu tuh nge-planning eh fixnya berangkat senin abis dhuhur (joss banget tanpa persiapan). Yasudah dikarenakan kita dadakan jadi kita mobilan, untung andra bisa bawa lari mobilnya sampai nginep. Kita kesana berempat yang terdiri dari para manusia pantai kecuali saya,yaitu dita, andra, mas very.  Yah saya memang tidak terlalu suka dengan pantai dari dulu kala,tau deh alasannya itu kenapa hehehe..
Kita start pukul 13.00 wib langsung meluncur ke Dieng tralalaaaa :D , senengg dehh. Jokinya handal lho, ladies juga, cantik juga si andrayani namanya hihihi. Jokinya dia tuh saya bisa tertidur pulas padahal posisi jalan panas banget (iyalah jam 1 dr solo ke arah boyolali). Sepanjang perjalanan melewati boyolali sudah disuguhkan dengan memandangan nan indahnya diantara gunung kembar itu iya merapi sama merbabu yang menggoda ^^.

ini dia joki cantik,kece,membahana deh pokoknya ^^


Teeeeeet setelah perjalanan selama 6 jam dari solo akhirnya kita sampai di Sembungan Village. Yaitu dimana menjadi desa tertinggi di pulau jawa loh yang berdiri kokok 2306 mdpl, lebih tinggi daripada ranu pane "waw". Perjalanan sebelum sampai Sembungan Village juga sudah disuguhkan dengan bukit bintangnya, nggak kalah sama bukit bintangnya jogja :D
Kemudian kita mencari penginapan dan menyiapkan untuk pendakian esuk harinya. Disana ketemu sama pemilik vila yang ramah tapi vilanya mahal (hahaha :P). Kita dikasih tau banyak sekali semua obyek wisata yang ada disini. Dan kabar gembira untuk kita semuaanya (korban iklan) sikunir bisa dicapai hanya dengan 30 menit saja. Yeyy jadi malam ini kita bisa beristiraha total :D.
Keesokan harinya kami solat subuh dan siapkan amunisi untuk melangkaaaaah. Semua terasa menyenangkan dan mengesankan dikarenakan katanya bapak pemilik villa tidak semua orang yang datang ingin bertemu dengan sunrise tapi dia muncul,karena kadang berkabut bisa juga setiap sunrise sehari-harinya berbeda tergantung sama cuaca juga. Nahh kita pas disitu tu dapet banget deh golden sunrise sikunirnya
Iniii diaaaaaaaa ciptaan Tuhan yang menakjubkan !!!

Dita tralalaa

Andra syalala

 Dan saya sendiri dengan background semburat orange ketika sang surya ingin menampakkan diri ^^

Golden Sunrise Sikunir (Subhanallah)




Kita rame-rame diatas bukit sikunir Dieng :)

Depan itu kaya pasar hihihihi banyak banget orangnya,padahal hari selasa. Coba kita kesana hari sabtu bisa bisa ngak bisa foto nahloh.

Kemudian setelah kami puas menikmati indahnya golden sunrise sikunir kami memutuskan untuk turun lagiii dan eksis lagii X_x

Kita memang kompak banget deh ^^



Setelah sampai bawah, kita sarapan mandi dan Go ke bukit pandang nan menakjubkannya :D

Bukit Pandang, Telaga warna nan menakjubkan ^^





Lanjut ke kawah sikidang beli oleh-oleh doang, ngak betah sama baunya X_X


Dan pada akhirnya kita GO HOME !!!
Kalo tadi berangkat lewat Boyolali nah sekarang pulangnya lewat Jogja ^^
Sempetin jalan-jalan senja di kota Gudeg ini :D
Dua hari yang menyenangkan :*



Ini kali kedua perjalanan wawung's
Semoga masih ada kesempatan ketiga dan seterusnya ya teman ^^

Novel Trah, Tugas Bu Mukti


ASPEK KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL
 TRAH KARYA ATAS S. DANUSUBROTO
TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA

 







Dosen Pengampu : Dra. Mukti Widayanti,M.Hum.

Nama               : RINA SETYANINGSIH
NIM                : 10509002266
Kelas               : 4 G




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA DAERAH
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO
2012


LATAR BELAKANG MASALAH
Sastra adalah ekspresi kehidupan manusia yang tidak lepas dari akar masyarakatnya. Kendati demikian, sastra tetap diakui sebagai sebuah ilusi atau khayalan dari kenyataan. Sastra tidak akan semata-mata menyodorkan fakta secara mentah. Sastra bukan sekedar copy kenyataan melainkan kenyataan yang telah ditafsirkan. Kenyataan tersebut bukan berupa jiplakan yang kasar, melainkan sebuah refleksi halus dan estetis.
Sastra juga merupakan sebuah refleksi lingkungan sosial budaya yang merupakan satu tes dialektika antara pengarang dengan situasi sosial yang membentuknya atau merupakan penjelasan suatu sejarah dialektika yang dikembangkan dalam karya sastra. Oleh karena itu, baik aspek bentuk maupun isi karya sastra akan terbentuk oleh suasana lingkungan dan kekuatan sosial suatu periode tertentu. Dalam hal ini, teks sastra menjadi saksi zaman. Sekalipun aspek imajinasi dan manipulasi tetap ada dalam sastra, aspek sosialpun juga tidak bisa diabaikan. Aspek-aspek kehidupan sosial akan memantul penuh ke dalam karya sastra. Oleh sebab itu, setiap karya sastra itu mencerminkan masyarakat dan zamannya.
Dalam pandangan Lowenthal (dalam Endraswara 2003:88) sastra sebagai cermin nilai dan perasaan yang akan merujuk pada tingkatan perubahan yang terjadi dalam masyarakat yang berbeda dan juga cara individu menyosialisasikan diri melalui struktur sosial. Perubahan dan cara individu bersosialisasi biasanya akan menjadi sorotan pengarang yang tercermin lewat teks. Cermin tersebut menurut Stendal dapat berupa pantulan langsung segala aktifitas kehidupan sosial. Maksudnya, pengarang secara nyata memantulkan keadaan masyarakat lewat karya sastranya, tanpa terlalu banyak diimajinasikan.
Karya sastra yang cenderung memantulkan keadaan masyarakat, mau tidak mau akan menjadi saksi zaman. Dalam kaitan ini, sebenarnya pengarang ingin berupaya untuk mendokumentasikan zaman dan sekaligus sebagai alat komunikasi antara pengarang dan pembacanya. Oleh karena masyarakat cenderung dinamis, karya sastra juga akan mencerminkan hal yang sama. Sebuah karya sastra tidak hanya mencerminkan fenomena individual secara tertutup tetapi lebih merupakan sebuah “proses yang hidup”.Seperti pada novel yang berjudul Trah karya Atas S. Danusubroto yang menceritakan perjalanan hidup seorang tokoh utama yang bernama Tilarsih. Seorang gadis desa yang mempunyai ambisi besar untuk meraih cita-citanya. Karena terlalu berambisi yang akhirnya membuatnya terjerumus pada lubang yang salah yang membuat keinginanya kandas.
Dalam kaitannya dengan sastra, psikoligi merupakan ilmu bantu yang relevan karena dari proses pemahaman karya sastra dapat diambil ajaran dan kaidah psikoligi. Hal ini sejajar dengan pendapat atmaja (1986:63) yang mengungkapkan bahwa hubungan psikologi sastra adalah di satu pihak karya sastra dianggap sebagai hasil aktivitas dan ekspresi manusia, dipihak lain psikologi dapat membantu seorang pengarang dalam memantulkan kepekaannya pada kenyataan, memepertajuam kemampuan, pengamatan dan memberi kesemptana untuk menjajagi pola yang belum terjamah. Jadi antara sastra dan psikologi terdapat hal timbal balik, hubungan itu bukanlah hubungan kasual yang sederhana namun merupakan hubungan yang dapat dipahami.
Berawal di saat Atas S. Danusubroto belajar menulis jawa dalam koran Minggu Kembang Brayan beliau mulai mengukir karirnya. Kemudian beliau sering ikut menulis di majalah yaitu majalah Joko Lodhang bersama dengan Rudatan RS dan Fx Subroto. Selain itu beliau juga menulis pada Mekar Sari dan majalah Bahasa jawa lainnya.
Penelitian ini diharapkan juga dapat menjadi acuan penulis untuk penelitian-penelitian selanjutnya. Dan juga menjadi bahan refleksi bagi pembaca mengenai dinamika kehidupan dari berbagai permasalahan serta penyelesaian masalahnya.

IDENTIFIKASI MASALAH
Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menyajikan cerita fiksi dalam bentuk tulisan atau kata-kata. Sebuah novel biasanya menceritakan tentang kehidupan manusia dalam interaksi dengan lingkungan dan sesamanya. Dalam novel terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik meliputi tema, alur, tokoh, setting, sudut pandang, bahasa dan gaya bahasa. Unsur ekstrinsik meliputi aspek - aspek sosial, ekonomi, politik, budaya, religius, filosofis pendidikan. Penelitian ini akan mengkaji tentang aspek kepribadian tokoh utama dalam novelTrah karya Atas S. Danusubroto.

PEMBATASAN MASALAH
Dalam penelitian ini, agar penelitian tetap terfokus dan tidak melebar melewati fokus permasalahan perlu adanya pembatasan masalah. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini dibatasi pada diskripsi kepribadian tokoh tilarsih, konflik batin yang dialami tokoh Tilarsih dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto.

RUMUSAN MASALAH
Untuk mendapatkan hasil penelitian yang terarah, maka diperlukan suatu rumusan masalah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut
1.      Bagaimanakah struktur bangun novel Trah karya Atas S. Danusubroto?
2.      Bagaimanakah aspek kepribadian tokoh utama dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto dengan tinjauan psikologi sastra?

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan suatu penelitian haruslah jelas supaya tepat sasaran. Adapun tujuan penelitian ini sebagai berikut
1.      Mendiskripsikan srtuktur bangun novel Trah karya Atas S. Danusubroto.
2.      Mendiskripsikan aspek kepribadian tokoh utama dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto dengan tinjauan psikologi sastra.

MANFAAT
Penelitian yang baik harus memberikan manfaat. Adapun manfaat yang dapat diberikan oleh penelitian ini adalah sebagai berikut
1.      Manfaat teoritis, yaitu memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya dibidang sastra.
2.      Manfaat praktis
a)      Bagi pembaca dan penikmat sastra
Penelitian novel Trah karya Atas S. Danusubroto ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan penelitian-penelitian lain yang telah ada sebelumnya khususnya yang menganalisis aspek kepribadian tokoh utamanya.
b)      Bagi Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Daerah
Penelitian ini dapat dipakai sebagai pertimbangan mahasiswa untuk memotivasi ide atau gagasan baru yang lebih kreatif dan inovatif dimasa yang akan datang demi kemajuan diri mahasiswa dan jurusan.
c)      Bagi Pendidikan
Penelitian ini diharapkan mampu digunakan oleh guru bahasa dan sastra jawa di sekolah sebagai materi ajar khususnya materi sastra.
d)     Bagi Peneliti yang lain
Penelitian tentang novel ini diharapkan dapat memotivasi peneliti yang lain untuk melakukan penelitian dengan hasil yang lebih baik lagi.
e)      Bagi Perpustakaan
Penelitian sastra ini dapat digunakan untuk menambah koleksi atau kelengkapan perpustakaan sebagai peningkatan penggandaan buku atau referensi berguna bagi penunjang perpustakaan.

LANDASAN TEORI TINJAUAN PUSTAKA
Dalam penelitian aspek psikologis tokoh Tilarsih dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto memerlukan beberapa kajian kepustakaan yang relevan sebagai tinjauan penelitian meliputi:
·         Tinjauan terhadap apresiasi karya sastra
Apresiasi sastra merupakan salah satu bentuk reaksi kinetik dan reaksi verbal seorang pembaca terhadap karya sastra yang didengar atau dibacanya.
Kata apresiasi diserap dari kata bahasa Inggris appreciation yang berarti penghargaan. Apresiasi sastra berarti penghargaan terhadap karya sastra. Apresiasi sastra berusaha menerima karya sastra sebagai sesuatu yang layak diterima dan mengakui nilai-nilai sastra sebagai sesuatu yang benar.
·         Tinjauan pengertian karya sastra
Karya sastra adalah anak kehidupan kreatif seorang penulis dan mengungkapkan pribadi pengarang.” (Selden, 1985: 52).
·         Tinjauan terhadap psikologi sastra
Psikoligi merupakan ilmu bantu yang relevan karena dari proses pemahaman karya sastra dapat diambil ajaran dan kaidah psikoligi. Hal ini sejajar dengan pendapat atmaja (1986:63) yang mengungkapkan bahwa hubungan psikologi sastra adalah di satu pihak karya sastra dianggap sebagai hasil aktivitas dan ekspresi manusia, dipihak lain psikologi dapat membantu seorang pengarang dalam memantulkan kepekaannya pada kenyataan, memepertajuam kemampuan, pengamatan dan memberi kesemptana untuk menjajagi pola yang belum terjamah
·         Tinjauan terhadap tokoh dan penokohan dalam novel
Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehinggga terjalin suatu cerita disebut (Aminuddin, 2004:79). Sedangkan menurut Kusdiratin (dalam Depdiknas, 2005:57) mengatakan bahwa tokoh dalam karya fiksi selalu mempunyai sifat, sikap, tingkah laku atau watak-watak tertentu.
Penokohan sering disamaartikan dengan karakter atau perwatakan, yakni mengacu pada penempatan tokoh-tokoh tertentu dengan watak tertentu. Sehingga penokohan dapat diartikan sebagai pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita (Nurgiantoro, 1995:176).


METODOLOGI PENELITIAN
Dalam suatu penelitian ilmiah, metodologi menempati peranan yang sangat penting sesuai dengan obyek penelitian.
Yang dimaksud dengan metodologi di sini adalah kerangka teoritis yang dipergunakan oleh penulis untuk menganalisa, mengerjakan, atau mengatasi masalah yang dihadapi itu. Kerangka teoritis atau kerangka ilmiah merupakan metode-metode ilmiah yang akan diterapkan dalam pelaksanaan tugas itu (Keraf, 2001:310).
1.      Metode Penelitian
Metode penelitian adalah cara untuk mengungkapkan atau menganalisa suatu permasalahan yang menjadi obyek penelitian. Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, penulis memerlukan metode. Metode merupakan cara kerja yang harus ditempuh dalam suatu penelitian ilmiah.
Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif selalu bersifat deskriptif, artinya data-data yang dianalisis dan hasil analisisnya berbentuk deskriptif fenomena, tidak berupa angka-angka atau koefisien atau tentang hubungan antara variable. Sehingga penelitian ini berupaya memaparkan suatu peristiwa secara rinci, sistematis, cermat, dan faktual mengenai aspek kepribadian tokoh utama dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto.

2.      Sumber Data
Sumber data adalah subjek darimana data itu diperoleh. sumber data dari penelitian ini ada dua, sumber data primer yaitu sumber data dari novel Trah karya Atas S. Danusuroto yang terbit tahun 2008, di terbitkan oleh penerbit Narasi : Yogyakarta, dengan jumlah halaman 268. Dan sumber data sekunder yaitu sumber data dari buku-buku yang mendukung penelitian.

3.      Teknik Pengumpulan Data
Beberapa langkah yang ditempuh untuk mengumpulkan data penelitian adalah
(1) membaca literature kepustakaan yang relevan dengan judul penelitian.
(2) penyusunan kerangka penelitian sebagai panduan kerja, karena teknik yang digunakan berupa teknik analisis tekstual.
(3) mendeskripsikan lakuan, dialog, monolog, dan komentar tokoh lain dari setiap tokoh wanita yang mencerminkan aspek kepribadian tokoh-tokoh wanita dalam novel Trah karya Atas S.Danusubroto.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu analisis isi yang terdapat dalam novel Trah karya Atas S.Danusubroto.

DAFTAR PUSTAKA
S.Danusubroto, Atas.2008.Trah.Yogyakarta:penerbit NARASI.

Pendakian Gunung Lawu

Aku dan puncak itu
Sepenggal cerita bahagia bersama kawan
Menikmati indahnya semesta diatas awan ^^


Saat itu, aku sedang menjalani semester tua ditemani dengan segudang buku dan selalu didepan layar laptop jenuuh (skripsi didepan mata, iyaa pengen fresh). Nggak sengaja, aku bersama rekan kerja berbincang ramah dengan ditemani secawan wedang ronde yang menghangatkan. Kita secara tidak langsung berbincang soal pendakian, berharap bisa manyalurkan keinginan mendaki bersama disuatu puncak. Nggak lama kemudian, ketika aku sedang bersosmed salah seorang teman yang tak begitu akrab sedang ngajakin gabung untuk melakukan pendakian ke Gunung Lawu. Yaa, semua memang simple planning sih tapi alhamdulillah bukan mimpi semata untuk sampai puncak Gunung Lawu, Hargo Dumilah.
Kita akan melakukan pendakian pada 25-26 April 2014, setelah semuanya sudah kita persiapkan. Dan saya siap untuk melangkah lebih banyak dari biasanya, tiba-tiba dapet sms dari teman yaitu Risa kalo pakdhenya meninggal. Jadi dia belum bisa memastikan kalo bisa ikut. Padalah dalam pendakian itu saya adalah seorang newbie alias pemula akut yang hanya kenal sama dua oang teman saya risa dan riyo. Entahlah saya sudah pesimis untuk berangkat. Namun disisi lain risa sangat antusias support supaya pendakian ini tidak diundur. Dengan support dia, akhirnya pendakian fix untuk dilanjutkan (walaupun tanpa dia, thanks risa for all :*).
Kita sepakat kumpul jam 2 siang di alun-alun karanganyar yang karena kita berbeda semua wilayahnya,sebenarnya cuman saya sih yang berbeda hehehe dari Sukoharjo sendiri dan lainnya dari Boyolali. Setelah kita kumpul, kita sempet kenalan dulu, semua teman sangat baik dan mudah bergaul juga care pula, abis kenalan kemudian kita gooo ..........
Sampai pasar alun-alun Tawangmangu kita beristirahat sejenak sambil menjalankan solat ashar, kemudian kita lanjut dan sampai bascame cemoro sewu pukul 17.00 wib. Sampai sana kita packing ulang,sempet juga makan cilok panas khas tawangmangu hehehe... Lalu kita mulai melakukan pendakian, diawali dengan berdoa bersama dan beberapa foto ^^

Pintu masuk via cemoro sewu


Kemudian langkah demi langkah kita mulai menapakkan kaki, dinginnya syahdu tapi kalo sambil jalan jadi anget hehe. Saat itu lumayan rame pendakian, mungkin juga karena malam minggu dan memilih pendakian sore atau malam hari dengan maksud untuk menikmati sunrise dipuncak besuk paginya seperti keinginan saya juga :D
Perjalanan kali ini bisa dikatakan "overdose" soalnya saya pemula akut dan tanpa persiapan fisik yang baik. Maklum males jogging sih sayaaa -___-, Lalu saya sampai pada pos 1  dan beristirahat sebentar sembari ngemil. Setelah itu kita melakukan perjalanan lagi, kali inisaya mulai lelah mulai lelah. Jalannya emang udah tatanan batu-batu sih tapi jaraknya lebar-lebar dan itu bikin saya capek ^^
Tapi kita jalan santai kok, mas simo bilang "kita santai aja jalannya, soalnya juga bawa pemula dua (aku sama nisah) nikmatin malam yang dingin bertabur bintang sambil jagongan diperjalanan biar ngak terasa lelah" itu tuh kata-kata bijaknya muncul :D Lalu sampai pos 2, namun dikarenakan pos 2 udah penuh sama pendaki lain kita istirahatnya dipinggiran jalur pendakian dan seperti biasa kita ngemil sambil nikmatin taburan bintang subhanallah indah bangeeeeeets *pengenlagi*. Nah ini nih perjalanan yang syahdu dan ngangenin ada di antara pos 2 ke pos 4, saya hampir lima langkah berhenti lima langkah berhenti dan seterusnya. Tapi lelahnya ngangenin kok, iya soalnya pertama kali ndaki jadi semangat banget bisa lalui rintangannya itu. Kita sampai pos 3 istirahat dan mendirikan dome disana. Kita makan malam dan beristirahat sejenak disana. Saat itu gerimis mengundang jadi brrrrr gitu deh. Nahh mungkin kelelahan kali ya kita tidurnya pules banget sampai pukul 04.00 baru bangun hahahahaha (ternyata kebo semua). Kita solat subuh lalu beresin barang-barang dan kita siap melangkah lagi. Sempet terjadi masalah sih, lambung saya kambuh gara-gara tadi malam minum kopi. Duhh sempet nyuruh mereka ninggal saya sih tapi karena semangat mereka jadinya saya tetep lanjuuuuuuuut. Dan smentara saya off dulu nge-carriernya (makasih riyo udah bawain carrier saya).

Disepanjang jalur pendakian pos 3 ke pos 4

Saat saya sakit dan gak mampu nge-carrier ( tp masih bisa eksis foto :D)
                                     
Siluet samudera diatas awan ^^
Ini nih yang seru lagi, dari tadi jalaaan terus ngak sampai-sampai dan kerennya anak gunung itu selalu memberi motivasi tanpa henti. Mereka baik-baik sekali. Saat kita kelelahan naik dan mereka yang turun selalu bilang "Puncak sudah didepan mata, semangat kalian" dan lagi "5menit lagi sampai puncak semangat yaaa". Tau sih mereka itu berbohonh tapi mereka memberi semangat tersendiri sehingga kita ngak banyak ngeluh ^^ (makasiii semuanya)
Kita sampai pos 4 dan pos itu berupa batu kapur, subhanallah indahnya pemandangan di pos 4 iniii. Bikin ketagihan deh ^^

Nisaa lagi semedi ^^

Bersama kita BISAA !!!






Komandan eksis

Komandan dengan syall juventusnya :D

Saya juga ikutan eksis hehe

Puncak itu keren, iya keren kaya kamu (gombal)

Riyoo eksis juga ternyata :B


Setelah mengabadikan momment keren di pos 4 kemudian kita melanjutkan perjalanan lagi. Dengan semangat sampai puncak saya dan teman-teman menapaki tangga batu setapat demi setapak. Nah saking saya senengnya hampir sampai puncak, sakit perutnya hilang sekejab mata (alhamdulillah ya rabb). Saking semangatnya juga saya yang jadi leader dalam perjalanan dan alhasil saya tersesat di padang edelweis ( haha saya oon sih :D). Namun setelah melewati itu semua akhirnya sampai dibukit teletubis nya yeyeyeyee :D

Ini saya yang tak pernah lepas dari genggaman chokychoky :D

 Riyo yang eksis sama kacamata hitamnya haha

Komandan juga bergaya ala juve :D(eakkk)

nisa yang kece badai dengan salonpas dihidungnya (biar tetep mancung)


Hampir puncak (seneng banget ini)


Kemudian setelah berjam-jam, langkah demi langkah, semangat dan tekat serta tujuan sampai pada titik tertinggi gunung Lawu, Hargo Dumilah kesampaian juga. Sujud syukur padamu ya rabb,terimakasih restu ayah dan ibu serta kalian sabahat seperjuangan yang tak pernah jemu menemani setiap langkahku ^^

Makasih kalian baik sekali (hug :*)


Kitaa di hargo dumilah :D


Nisa eksis

Saya di puncak Lawu :*

Tak lama kami menikmati dan mengabadikan momen indah lalu turun kabut tebal dan kami terpaksa turun sebelum kehujanan, ehhh ternyata kita kebes juga T.T bawa jas hujan satu doang dipake risa buat mengamankan kamera dan lain sebagainya :D
Kita beristirahat di warung makan, eeeeh puncak lawu ada warungnya loh nasi pecel sama nasi sayur, soto juga ada :D. Kita beristirahat sejenak dan menuaikan solat dhuhur kemudian packing dan Go Home :)


Turun Gunung :D :D

Kita eksis dulu, mas simo keren bener tuh :P

Dapet vitamin mata, liatin pemandangan nan menakjubkan sepanjang jalan ^^
miss momment with you all ^^




Perjalanan ke puncak gunung itu bukan sebuah perjalanan biasa melainkan kebersamaan antar sesama,bergaul dengan alam dan dekat dengan Tuhan. Perjalanan pendakian pertamaku yang begitu banyak mengajari ku arti syukur kepada Sang Pencipta, mengajari ku arti sebuah pertemanan, mengajariku bersabahat dengan alam. Terimakasih semesta, aku merindukanmu dalam dekap ^^
"Ketika kita berada dipuncak tertinggi, kita akan menyadari masih ada Sang Maha Tinggi"
Hargo Dumilah, Lawu 25 April 2014

Selasa, 18 Juni 2013

Malaikat Putihku

Dear : Malaikat Putihku


Beberapa hari terakhir ini hujan membungkus kota kecil dimana aku tinggal. Harapan yang berada dalam masa kelam masih melekat pekat dalam jiwa yang usang. Tuhanku Gustiku kapan malaikat itu tersenyum lagi kepadaku seperti 11 Tahun silam tepatnya. Aku sangat merindukannya !!


Jumat, 28 Desember 2012

KOMPUTER TERAPAN


nmrinsetYni=sih
kelas\;4g;
nim\;1050900226
KOMPUTER TERAPAN

AKSARA JAWA NGLEGENA
Angka
Aksara latin
Aksara jawa
Dudulan
1
ha
A
a
2
na
N
n
3
ca
C
c
4
ra
R
r
5
ka
K
k
6
da
F
f
7
ta
T
t
8
sa
S
s
9
wa
W
w
10
la
L
l
11
pa
P
p
12
dha
D
d
13
ja
J
j
14
ya
Y
y
15
nya
V
v
16
ma
M
m
17
ga
G
g
18
ba
B
b
19
tha
Q
q
20
nga
Z
z

TULADHA :
rana : rn              hawa : aw             ♥ sala : sl   
mara : mr              rana : rn                kana : kn


PASANGAN
Angka
Aksara latin
Aksara jawa
Dudulan
1
ha
H
H
2
na
N
N
3
ca
C
C
4
ra
R
R
5
ka
K
K
6
da
F
F
7
ta
T
T
8
sa
S
S
9
wa
W
W
10
la
L
L
11
pa
P
P
12
dha
D
D
13
ja
J
J
14
ya
Y
Y
15
nya
V
V
16
ma
M
M
17
ga
G
G
18
ba
B
B
19
tha
Q
Q
20
nga
Z
Z

CATATAN :
1.      Untuk Pasangan      K  (ka),     T (ta),     L (la), apabila mendapatkan sandhangan suku, cakra, cakra kêrêt, pasangan tersebut harus berubah menjadi utuh. Pasangan ka, ta, la, posisi utuh di bawah harus menggunakan langkah insert symbol, cari aksara ka, ta, la posisi bawah.
2.      Aksara pasangan ha (a), sa (s) dan pa (p) ditulis dibelakang aksara konsonan akhir suku katadi depannya. Aksara pasangan selain yang disebutkan itu ditulis dibawah aksara konsonan akhir suku kata di depannya.
contoh :
♣ kapuk kapas : kpukKps\         ☻lamat-lamat : lmtLmt\
saben sasi : sbenSsi\              ♠ mangan roti : mz[nRoti            
► bakul bathik : bkulBqik\

SANDHANGAN SWARA
Angka
Aksara latin
Aksara jawa
Dudulan
1
…u (suku)
U
u
2
… i (wulu)
I
i
3
… e/è (taling)
[
[
4
… ê (pêpêt)
E
e
5
…. o (taling tarung)
[   o
[   o
Catatan:
1.      Untuk sandhangan suku di dalam table atas khusus sandhangan suku untuk aksara Jawa bukan sebagai pasangan. Akan tetapi untuk pasangan, sandhangan suku menggunakan tombol sendiri, yaitu : |
contoh :
► wulan oktober : wuln\              arep rubuh : arepR|buh
watak jujur : wtkJ|ju/                bakul gula : bkulG|l
golek yuyu : [go[lkY|yu

SANDHANGAN WYANJANA LAN SANDHANGAN PANYIGEGING WANDA
Angka
Aksara latin
Aksara jawa
Dudulan
1
… ra (cakra)
]
]
2
… rê (cakra kêrêt)
}
}
3
…ya (pengkal)
-
-
4
…ng (cêcêk)
=
=
5
…r (layar)
/
/
6
…h (wignyan)
H
h
Catatan:
  1. Untuk sandhangan wyanjana cakra di dalam table atas khusus sandhangan wyanjana cakra untuk aksara Jawa bukan sebagai pasangan. Akan tetapi untuk pasangan, sandhangan wyanjana cakra menggunakan tombol sendiri, yaitu: `
  2. Untuk sandhangan wyanjana cakra kêrêt di dalam table atas khusus sandhangan wyanjana cakra kêrêt untuk aksara Jawa bukan sebagai pasangan. Akan tetapi untuk pasangan, sandhangan wyanjana cakra kêrêt menggunakan tombol sendiri, yaitu: ~

TULADHA :
cakra : ck]                       kreteg : k}teg\               tyas : t-s\
kuning : kuni=                     ♥ pager : pge/                         ♥ kalah : klh

SANDHANGAN PANGKON
Angka
Aksara latin
Aksara jawa
Dudulan
1
…k/g/b/t/p, lsp (pangkon)
\
\

Tuladha :
♣ pangan : pzn\                wedhus : wedus\                        tangan : tzn\
adus : afus\                  wungkus : w=ukus\

AKSARA MURDA
Murda= sirah. Aksara murda= aksara sirah (Belanda: hoofdletter, Inggris: capital).
Angka
Aksara lisan
Aksara jawa
Dudulan
1
N
!
!
2
K
@
@
3
T
#
#
4
S
$
$
5
P
%
%
6
NY
^
^
7
G
&
&
8
B
*
*
Catatan :
  1. Aksara murda berjumlah 7 buah.
  2. Aksara murda dapat dipakai untuk menuliskan nama gelar dan nama diri, nama geografi, nama lembaga pemerintah, dan nama lembaga berbadan hukum.
  3. Aksara murda tidak dipakai sebagai penutup kata.
  4. Aksara murda dapat diambil melalui insert simbol.
Tuladha :
♣ Tawangmangu  : #w=mzu            Raden Gandamana : r[fn´nFmn
♣ Pangeran Puger : 8[zrn²uge/  Babad Banyuwangi : *btµvuwzi
Bupati Rina : *uptirin
AKSARA SWARA
Angka
Aksara lisan
Aksara jawa
Dudulan
1
A…
A
A
2
I…
I
I
3
U…
U
U
4
E…
E
E
5
O…
O
O
Catatan :
1.      Aksara swara digunakan untuk menuliskan aksara vokal yang menjadi suku kata, terutama yang berasal dari bahasa asing, untuk mempertegas pelafalan.
2.      Aksara swara tidak dapat dijadikan sebagai aksara pasangan sehingga aksara sigegan yang terdapat didepannya harus dimatikan dengan pangkon.
3.      Aksara swara dapat di beri sandhangan wingyan, layar dan cecak.
Contoh :
wulan oktober : wuln\O[kTobe/        urbanisasi : U/bnissi
organisasi : O/gnissi                            ♣ weton eropa : we[ton\E[rop
kitab Alquran : kitb\AlÑ|/An\
AKSARA REKAN
Angka
Aksara latin
Aksara jawa
Dudulan
1
kha
k+
k lan +
2
dza
f+
f lan +
3
fa
p+
p lan +
4
za
j+
j lan +
5
gha
g+
g lan +
Katrangan:
  1. Kanggo nulis tembung manca kang dicethakake, luwih-luwih tembung Arab.
  2. Manawa aksara rekan karaketan sandhangan pepet, cecake telu dumunung ing sajrone pepet, dene yen karaketan sandhangan wulu, layar utawa cecak, cecake telu dumunung ing sisih kiwa, sandhangan, layar utawa cecak ing sisih tengen.
  3. Kajaba aksara rekan p+ kang wujuding pasangane P+ , aksara rekan ora kena dadi pasangan. Manawa aksara rekan dumunung ing saburine wanda sigeg, sesigeging wanda iku kudu dipangku.
Contoh :
Ghazali tuku roti :g+j+lituku[roti    farida sinau jawa : p+ridsinaujw
Rofa rozi :[rop+[roj+i                            ♣ zakat : j+kt\
fitrah : p+itRah

ANGKA JAWA
Angka
Aksara lisan
Aksara jawa
Dudulan
1
1
1
1
2
2
2
2
3
3
3
3
4
4
4
4
5
5
5
5
6
6
6
6
7
7
7
7
8
8
8
8
9
9
9
9
10
0
0
0

TULADHA :
a.       Aku lagi umur 19 tahun : ?akulgiaumu/;19;taun\,
b.      Sapiku ana 10 : ?spikuan;10;,
c.       Bukuku regane 15.000 : ?bubukureg[n:\;15000;,
d.      Tamu sing rawuh ana 52 : ?tmusi=rwuhan;52;,

PADA / TETENGER
Angka
Aksara lisan
Aksara jawa
1
Pada luhur
¥
2
Pada madya
¦
3
Pada andhap
§
4
Purwapada
¦bC ¦
5
Madyapada
¦!F` ¦
6
Wasanapada
¦I ¦
7
Adeg-adeg
?
8
Pada lungsi
.
9
Pada lingsa
,
10
Guru (uger-uger)
?0?
11
Pada pancak
.0.
Catatan :
1.      Pada Luhur  “ ¥
Digunakan dalam surat atau karangan yang berwujud tembang atau puisi yang ditulis oleh orang yang derajad kedudukan atau pangkatnya tinggi dan ditunjukkan kepada bawahannya, atau oleh orang yang umurnya lebih tua ditunjukkan kepada orang yang umurnya lebih muda. Pada luhur ditulis pada awal tiap-tiap bait tembang (puisi) atau didalam kepada surat (kalau ada) , alamat surat, dan alinea surat.
2.      Pada Madya “¦
Dipakai di dalam surat atau tembang yang ditulis oleh seseorang yang ditunjukkan kepada orang lain yang berkedudukan sederajat dan berusia sebaya.

3.      Pada Andhap “§
Dipakai dalam surat atau temvbang yang ditulis oleh orang yang berkedudukan rendah ditunjukkan kepada orang yang berkedudukan lebih tinggi dan orang muda kepada orang tua.

4.      Purwapada “¦bC ¦
Dipakai sebagai taanda permulaan tembang yang ditulis mengapit judul pupuh permulaan (kalau ada) atau di depan bait awal pupuh permulaan.
5.      Madyapada “¦!F` ¦
Dipakai sebagai isyarat bahwa pupuh tembang yang bertanda madyapada itu berada di tengah keseluruhan karangan tembang yabg terdiri atas beberapa pupuh. Madyapada ditulis pada awal pergantian pupuh-pupuh tengah karangan tembang.
6.      Wasanapada “¦I ¦
Dipakai sebagai tanda bahwa karangan yang berwujud tembang itu sudah selesai. Wasanapada ditulis sebagai penutup keseluruhan karangan tembang.
7.      Adeg-adeg “ ? “ dipakai didepan kalimat pada tiap-tiap awal alinea.
8.      Pada lungsi “ . dipakai pada akhir kalimat.
9.      Pada lingsa “ ,
Dipakai pada akhir bagian kalimat sebagai akhir tanda intonasi setengah selesai.
♣ Dipakai diantara bagian-bagian didalam pemerian.
♣ Dipakai pada akhir singkatan nama orang, nama gelar dan singkatan lain yang bukan akronim.

TULADHA :
PURWAPADA :
Sekar Gambuh
Pitutur bener iku, sayektine kang iku tiniru, nadyan melu saking wong sudra papeki, lamun becik wurukipun, iku pantessira anggo.
MADYAPADA :
Sekar Maskumambang
            Nadyan silih bapa biyung kaki nini, sadulur myang sanak, kalamun muruk tan becik, nora pantes yen den nuta.
WASANAPADA :
Sekar Pocung
            Pan sadulur tuwa wajib pitutur, mring kadang taruna, kang anom wajibe wedi, dipun manut tuture sadulur tuwa.
           
¦bC¦pitutu/bene/aiku,syekTinek=aikutiniru,nfYnMeluski=[wo=suf]ppeki,lmunBecikW|rukipun\.¦!F`¦ndYnSilihbpbiyu=kkinini,sfulu/mY=snk\,klmunM|rukTnBecik\,[norpnTesYenFenN|t¦I¦pnSfulu/tuwwjibPitutu/,m]i=kf=trun,k=a[nomWjibwedi,dipunMnutT|turesfulu/tuw.

BY : RINDUN DUDULS



Template by:

Free Blog Templates