ASPEK
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL
TRAH KARYA ATAS S. DANUSUBROTO
TINJAUAN
PSIKOLOGI SASTRA
Dosen Pengampu : Dra.
Mukti Widayanti,M.Hum.
Nama : RINA SETYANINGSIH
NIM : 10509002266
Kelas : 4 G
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA
DAERAH
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN
NUSANTARA SUKOHARJO
2012
LATAR
BELAKANG MASALAH
Sastra
adalah ekspresi kehidupan manusia yang tidak lepas dari akar masyarakatnya.
Kendati demikian, sastra tetap diakui sebagai sebuah ilusi atau khayalan dari
kenyataan. Sastra tidak akan semata-mata menyodorkan fakta secara mentah.
Sastra bukan sekedar copy kenyataan melainkan kenyataan yang telah ditafsirkan.
Kenyataan tersebut bukan berupa jiplakan yang kasar, melainkan sebuah refleksi
halus dan estetis.
Sastra
juga merupakan sebuah refleksi lingkungan sosial budaya yang merupakan satu tes
dialektika antara pengarang dengan situasi sosial yang membentuknya atau
merupakan penjelasan suatu sejarah dialektika yang dikembangkan dalam karya
sastra. Oleh karena itu, baik aspek bentuk maupun isi karya sastra akan terbentuk
oleh suasana lingkungan dan kekuatan sosial suatu periode tertentu. Dalam hal
ini, teks sastra menjadi saksi zaman. Sekalipun aspek imajinasi dan manipulasi
tetap ada dalam sastra, aspek sosialpun juga tidak bisa diabaikan. Aspek-aspek
kehidupan sosial akan memantul penuh ke dalam karya sastra. Oleh sebab itu,
setiap karya sastra itu mencerminkan masyarakat dan zamannya.
Dalam
pandangan Lowenthal (dalam Endraswara 2003:88) sastra sebagai cermin nilai dan
perasaan yang akan merujuk pada tingkatan perubahan yang terjadi dalam
masyarakat yang berbeda dan juga cara individu menyosialisasikan diri melalui
struktur sosial. Perubahan dan cara individu bersosialisasi biasanya akan menjadi
sorotan pengarang yang tercermin lewat teks. Cermin tersebut menurut Stendal
dapat berupa pantulan langsung segala aktifitas kehidupan sosial. Maksudnya,
pengarang secara nyata memantulkan keadaan masyarakat lewat karya sastranya,
tanpa terlalu banyak diimajinasikan.
Karya
sastra yang cenderung memantulkan keadaan masyarakat, mau tidak mau akan
menjadi saksi zaman. Dalam kaitan ini, sebenarnya pengarang ingin berupaya
untuk mendokumentasikan zaman dan sekaligus sebagai alat komunikasi antara
pengarang dan pembacanya. Oleh karena masyarakat cenderung dinamis, karya
sastra juga akan mencerminkan hal yang sama. Sebuah karya sastra tidak hanya
mencerminkan fenomena individual secara tertutup tetapi lebih merupakan sebuah
“proses yang hidup”.Seperti pada novel yang berjudul Trah karya Atas S. Danusubroto yang menceritakan perjalanan hidup
seorang tokoh utama yang bernama Tilarsih. Seorang gadis desa yang mempunyai
ambisi besar untuk meraih cita-citanya. Karena terlalu berambisi yang akhirnya
membuatnya terjerumus pada lubang yang salah yang membuat keinginanya kandas.
Dalam
kaitannya dengan sastra, psikoligi merupakan ilmu bantu yang relevan karena
dari proses pemahaman karya sastra dapat diambil ajaran dan kaidah psikoligi.
Hal ini sejajar dengan pendapat atmaja (1986:63) yang mengungkapkan bahwa
hubungan psikologi sastra adalah di satu pihak karya sastra dianggap sebagai
hasil aktivitas dan ekspresi manusia, dipihak lain psikologi dapat membantu
seorang pengarang dalam memantulkan kepekaannya pada kenyataan, memepertajuam
kemampuan, pengamatan dan memberi kesemptana untuk menjajagi pola yang belum
terjamah. Jadi antara sastra dan psikologi terdapat hal timbal balik, hubungan
itu bukanlah hubungan kasual yang sederhana namun merupakan hubungan yang dapat
dipahami.
Berawal
di saat Atas S. Danusubroto belajar menulis jawa dalam koran Minggu Kembang
Brayan beliau mulai mengukir karirnya. Kemudian beliau sering ikut menulis di
majalah yaitu majalah Joko Lodhang bersama dengan Rudatan RS dan Fx Subroto.
Selain itu beliau juga menulis pada Mekar Sari dan majalah Bahasa jawa lainnya.
Penelitian
ini diharapkan juga dapat menjadi acuan penulis untuk penelitian-penelitian
selanjutnya. Dan juga menjadi bahan refleksi bagi pembaca mengenai dinamika
kehidupan dari berbagai permasalahan serta penyelesaian masalahnya.
IDENTIFIKASI
MASALAH
Novel
merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menyajikan cerita fiksi dalam
bentuk tulisan atau kata-kata. Sebuah novel biasanya menceritakan tentang
kehidupan manusia dalam interaksi dengan lingkungan dan sesamanya. Dalam novel
terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik meliputi tema, alur,
tokoh, setting, sudut pandang, bahasa dan gaya bahasa. Unsur ekstrinsik
meliputi aspek - aspek sosial, ekonomi, politik, budaya, religius, filosofis
pendidikan. Penelitian ini akan mengkaji tentang aspek kepribadian tokoh utama
dalam novelTrah karya Atas S.
Danusubroto.
PEMBATASAN
MASALAH
Dalam
penelitian ini, agar penelitian tetap terfokus dan tidak melebar melewati fokus
permasalahan perlu adanya pembatasan masalah. Masalah yang dibahas dalam
penelitian ini dibatasi pada diskripsi kepribadian tokoh tilarsih, konflik
batin yang dialami tokoh Tilarsih dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto.
RUMUSAN
MASALAH
Untuk
mendapatkan hasil penelitian yang terarah, maka diperlukan suatu rumusan
masalah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut
1. Bagaimanakah
struktur bangun novel Trah karya Atas
S. Danusubroto?
2. Bagaimanakah
aspek kepribadian tokoh utama dalam novel Trah
karya Atas S. Danusubroto dengan tinjauan psikologi sastra?
TUJUAN
PENELITIAN
Tujuan
suatu penelitian haruslah jelas supaya tepat sasaran. Adapun tujuan penelitian
ini sebagai berikut
1. Mendiskripsikan
srtuktur bangun novel Trah karya Atas
S. Danusubroto.
2. Mendiskripsikan
aspek kepribadian tokoh utama dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto dengan
tinjauan psikologi sastra.
MANFAAT
Penelitian yang baik harus memberikan manfaat.
Adapun manfaat yang dapat diberikan oleh penelitian ini adalah sebagai berikut
1.
Manfaat
teoritis, yaitu memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya dibidang sastra.
2.
Manfaat
praktis
a)
Bagi pembaca
dan penikmat sastra
Penelitian novel Trah karya
Atas S. Danusubroto ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan
penelitian-penelitian lain yang telah ada sebelumnya khususnya yang
menganalisis aspek kepribadian tokoh utamanya.
b)
Bagi Mahasiswa
jurusan Bahasa dan Sastra Daerah
Penelitian ini dapat dipakai sebagai pertimbangan mahasiswa untuk
memotivasi ide atau gagasan baru yang lebih kreatif dan inovatif dimasa yang
akan datang demi kemajuan diri mahasiswa dan jurusan.
c)
Bagi
Pendidikan
Penelitian ini diharapkan mampu digunakan oleh guru bahasa dan sastra
jawa di sekolah sebagai materi ajar khususnya materi sastra.
d)
Bagi Peneliti
yang lain
Penelitian tentang novel ini diharapkan dapat memotivasi peneliti yang
lain untuk melakukan penelitian dengan hasil yang lebih baik lagi.
e)
Bagi
Perpustakaan
Penelitian
sastra ini dapat digunakan untuk menambah koleksi atau kelengkapan perpustakaan
sebagai peningkatan penggandaan buku atau referensi berguna bagi penunjang
perpustakaan.
LANDASAN
TEORI TINJAUAN PUSTAKA
Dalam
penelitian aspek psikologis tokoh Tilarsih dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto memerlukan beberapa kajian
kepustakaan yang relevan sebagai tinjauan penelitian meliputi:
·
Tinjauan terhadap apresiasi karya sastra
Apresiasi
sastra merupakan salah satu bentuk reaksi kinetik dan reaksi verbal seorang
pembaca terhadap karya sastra yang didengar atau dibacanya.
Kata
apresiasi diserap dari kata bahasa Inggris appreciation yang berarti
penghargaan. Apresiasi sastra berarti penghargaan terhadap karya sastra.
Apresiasi sastra berusaha menerima karya sastra sebagai sesuatu yang layak
diterima dan mengakui nilai-nilai sastra sebagai sesuatu yang benar.
·
Tinjauan pengertian karya sastra
Karya
sastra adalah anak kehidupan kreatif seorang penulis dan mengungkapkan pribadi
pengarang.” (Selden, 1985: 52).
·
Tinjauan terhadap psikologi sastra
Psikoligi
merupakan ilmu bantu yang relevan karena dari proses pemahaman karya sastra
dapat diambil ajaran dan kaidah psikoligi. Hal ini sejajar dengan pendapat
atmaja (1986:63) yang mengungkapkan bahwa hubungan psikologi sastra adalah di
satu pihak karya sastra dianggap sebagai hasil aktivitas dan ekspresi manusia,
dipihak lain psikologi dapat membantu seorang pengarang dalam memantulkan
kepekaannya pada kenyataan, memepertajuam kemampuan, pengamatan dan memberi
kesemptana untuk menjajagi pola yang belum terjamah
·
Tinjauan terhadap tokoh dan penokohan
dalam novel
Tokoh
adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehinggga terjalin
suatu cerita disebut (Aminuddin, 2004:79). Sedangkan menurut Kusdiratin (dalam
Depdiknas, 2005:57) mengatakan bahwa tokoh dalam karya fiksi selalu mempunyai
sifat, sikap, tingkah laku atau watak-watak tertentu.
Penokohan
sering disamaartikan dengan karakter atau perwatakan, yakni mengacu pada
penempatan tokoh-tokoh tertentu dengan watak tertentu. Sehingga penokohan dapat
diartikan sebagai pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang
ditampilkan dalam sebuah cerita (Nurgiantoro, 1995:176).
METODOLOGI
PENELITIAN
Dalam
suatu penelitian ilmiah, metodologi menempati peranan yang sangat penting
sesuai dengan obyek penelitian.
Yang
dimaksud dengan metodologi di sini adalah kerangka teoritis yang dipergunakan
oleh penulis untuk menganalisa, mengerjakan, atau mengatasi masalah yang
dihadapi itu. Kerangka teoritis atau kerangka ilmiah merupakan metode-metode
ilmiah yang akan diterapkan dalam pelaksanaan tugas itu (Keraf, 2001:310).
1. Metode
Penelitian
Metode
penelitian adalah cara untuk mengungkapkan atau menganalisa suatu permasalahan
yang menjadi obyek penelitian. Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan,
penulis memerlukan metode. Metode merupakan cara kerja yang harus ditempuh
dalam suatu penelitian ilmiah.
Dalam
penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif
selalu bersifat deskriptif, artinya data-data yang dianalisis dan hasil
analisisnya berbentuk deskriptif fenomena, tidak berupa angka-angka atau
koefisien atau tentang hubungan antara variable. Sehingga penelitian ini
berupaya memaparkan suatu peristiwa secara rinci, sistematis, cermat, dan
faktual mengenai aspek kepribadian tokoh utama dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto.
2. Sumber
Data
Sumber
data adalah subjek darimana data itu diperoleh. sumber data dari penelitian ini
ada dua, sumber data primer yaitu sumber data dari novel Trah karya Atas S. Danusuroto yang terbit tahun 2008, di terbitkan
oleh penerbit Narasi : Yogyakarta, dengan jumlah halaman 268. Dan sumber data
sekunder yaitu sumber data dari buku-buku yang mendukung penelitian.
3. Teknik
Pengumpulan Data
Beberapa
langkah yang ditempuh
untuk
mengumpulkan data penelitian
adalah
(1) membaca
literature
kepustakaan yang relevan
dengan
judul
penelitian.
(2) penyusunan
kerangka
penelitian
sebagai
panduan
kerja, karena
teknik yang digunakan
berupa
teknik
analisis
tekstual.
(3) mendeskripsikan
lakuan, dialog, monolog, dan
komentar
tokoh lain dari
setiap
tokoh
wanita yang mencerminkan
aspek
kepribadian
tokoh-tokoh
wanita
dalam novel Trah
karya Atas S.Danusubroto.
Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu analisis isi yang terdapat
dalam novel Trah karya Atas
S.Danusubroto.
DAFTAR PUSTAKA
S.Danusubroto, Atas.2008.Trah.Yogyakarta:penerbit
NARASI.