Minggu, 13 Juli 2014

Novel Trah, Tugas Bu Mukti


ASPEK KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL
 TRAH KARYA ATAS S. DANUSUBROTO
TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA

 







Dosen Pengampu : Dra. Mukti Widayanti,M.Hum.

Nama               : RINA SETYANINGSIH
NIM                : 10509002266
Kelas               : 4 G




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA DAERAH
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO
2012


LATAR BELAKANG MASALAH
Sastra adalah ekspresi kehidupan manusia yang tidak lepas dari akar masyarakatnya. Kendati demikian, sastra tetap diakui sebagai sebuah ilusi atau khayalan dari kenyataan. Sastra tidak akan semata-mata menyodorkan fakta secara mentah. Sastra bukan sekedar copy kenyataan melainkan kenyataan yang telah ditafsirkan. Kenyataan tersebut bukan berupa jiplakan yang kasar, melainkan sebuah refleksi halus dan estetis.
Sastra juga merupakan sebuah refleksi lingkungan sosial budaya yang merupakan satu tes dialektika antara pengarang dengan situasi sosial yang membentuknya atau merupakan penjelasan suatu sejarah dialektika yang dikembangkan dalam karya sastra. Oleh karena itu, baik aspek bentuk maupun isi karya sastra akan terbentuk oleh suasana lingkungan dan kekuatan sosial suatu periode tertentu. Dalam hal ini, teks sastra menjadi saksi zaman. Sekalipun aspek imajinasi dan manipulasi tetap ada dalam sastra, aspek sosialpun juga tidak bisa diabaikan. Aspek-aspek kehidupan sosial akan memantul penuh ke dalam karya sastra. Oleh sebab itu, setiap karya sastra itu mencerminkan masyarakat dan zamannya.
Dalam pandangan Lowenthal (dalam Endraswara 2003:88) sastra sebagai cermin nilai dan perasaan yang akan merujuk pada tingkatan perubahan yang terjadi dalam masyarakat yang berbeda dan juga cara individu menyosialisasikan diri melalui struktur sosial. Perubahan dan cara individu bersosialisasi biasanya akan menjadi sorotan pengarang yang tercermin lewat teks. Cermin tersebut menurut Stendal dapat berupa pantulan langsung segala aktifitas kehidupan sosial. Maksudnya, pengarang secara nyata memantulkan keadaan masyarakat lewat karya sastranya, tanpa terlalu banyak diimajinasikan.
Karya sastra yang cenderung memantulkan keadaan masyarakat, mau tidak mau akan menjadi saksi zaman. Dalam kaitan ini, sebenarnya pengarang ingin berupaya untuk mendokumentasikan zaman dan sekaligus sebagai alat komunikasi antara pengarang dan pembacanya. Oleh karena masyarakat cenderung dinamis, karya sastra juga akan mencerminkan hal yang sama. Sebuah karya sastra tidak hanya mencerminkan fenomena individual secara tertutup tetapi lebih merupakan sebuah “proses yang hidup”.Seperti pada novel yang berjudul Trah karya Atas S. Danusubroto yang menceritakan perjalanan hidup seorang tokoh utama yang bernama Tilarsih. Seorang gadis desa yang mempunyai ambisi besar untuk meraih cita-citanya. Karena terlalu berambisi yang akhirnya membuatnya terjerumus pada lubang yang salah yang membuat keinginanya kandas.
Dalam kaitannya dengan sastra, psikoligi merupakan ilmu bantu yang relevan karena dari proses pemahaman karya sastra dapat diambil ajaran dan kaidah psikoligi. Hal ini sejajar dengan pendapat atmaja (1986:63) yang mengungkapkan bahwa hubungan psikologi sastra adalah di satu pihak karya sastra dianggap sebagai hasil aktivitas dan ekspresi manusia, dipihak lain psikologi dapat membantu seorang pengarang dalam memantulkan kepekaannya pada kenyataan, memepertajuam kemampuan, pengamatan dan memberi kesemptana untuk menjajagi pola yang belum terjamah. Jadi antara sastra dan psikologi terdapat hal timbal balik, hubungan itu bukanlah hubungan kasual yang sederhana namun merupakan hubungan yang dapat dipahami.
Berawal di saat Atas S. Danusubroto belajar menulis jawa dalam koran Minggu Kembang Brayan beliau mulai mengukir karirnya. Kemudian beliau sering ikut menulis di majalah yaitu majalah Joko Lodhang bersama dengan Rudatan RS dan Fx Subroto. Selain itu beliau juga menulis pada Mekar Sari dan majalah Bahasa jawa lainnya.
Penelitian ini diharapkan juga dapat menjadi acuan penulis untuk penelitian-penelitian selanjutnya. Dan juga menjadi bahan refleksi bagi pembaca mengenai dinamika kehidupan dari berbagai permasalahan serta penyelesaian masalahnya.

IDENTIFIKASI MASALAH
Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menyajikan cerita fiksi dalam bentuk tulisan atau kata-kata. Sebuah novel biasanya menceritakan tentang kehidupan manusia dalam interaksi dengan lingkungan dan sesamanya. Dalam novel terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik meliputi tema, alur, tokoh, setting, sudut pandang, bahasa dan gaya bahasa. Unsur ekstrinsik meliputi aspek - aspek sosial, ekonomi, politik, budaya, religius, filosofis pendidikan. Penelitian ini akan mengkaji tentang aspek kepribadian tokoh utama dalam novelTrah karya Atas S. Danusubroto.

PEMBATASAN MASALAH
Dalam penelitian ini, agar penelitian tetap terfokus dan tidak melebar melewati fokus permasalahan perlu adanya pembatasan masalah. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini dibatasi pada diskripsi kepribadian tokoh tilarsih, konflik batin yang dialami tokoh Tilarsih dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto.

RUMUSAN MASALAH
Untuk mendapatkan hasil penelitian yang terarah, maka diperlukan suatu rumusan masalah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut
1.      Bagaimanakah struktur bangun novel Trah karya Atas S. Danusubroto?
2.      Bagaimanakah aspek kepribadian tokoh utama dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto dengan tinjauan psikologi sastra?

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan suatu penelitian haruslah jelas supaya tepat sasaran. Adapun tujuan penelitian ini sebagai berikut
1.      Mendiskripsikan srtuktur bangun novel Trah karya Atas S. Danusubroto.
2.      Mendiskripsikan aspek kepribadian tokoh utama dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto dengan tinjauan psikologi sastra.

MANFAAT
Penelitian yang baik harus memberikan manfaat. Adapun manfaat yang dapat diberikan oleh penelitian ini adalah sebagai berikut
1.      Manfaat teoritis, yaitu memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya dibidang sastra.
2.      Manfaat praktis
a)      Bagi pembaca dan penikmat sastra
Penelitian novel Trah karya Atas S. Danusubroto ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan penelitian-penelitian lain yang telah ada sebelumnya khususnya yang menganalisis aspek kepribadian tokoh utamanya.
b)      Bagi Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Daerah
Penelitian ini dapat dipakai sebagai pertimbangan mahasiswa untuk memotivasi ide atau gagasan baru yang lebih kreatif dan inovatif dimasa yang akan datang demi kemajuan diri mahasiswa dan jurusan.
c)      Bagi Pendidikan
Penelitian ini diharapkan mampu digunakan oleh guru bahasa dan sastra jawa di sekolah sebagai materi ajar khususnya materi sastra.
d)     Bagi Peneliti yang lain
Penelitian tentang novel ini diharapkan dapat memotivasi peneliti yang lain untuk melakukan penelitian dengan hasil yang lebih baik lagi.
e)      Bagi Perpustakaan
Penelitian sastra ini dapat digunakan untuk menambah koleksi atau kelengkapan perpustakaan sebagai peningkatan penggandaan buku atau referensi berguna bagi penunjang perpustakaan.

LANDASAN TEORI TINJAUAN PUSTAKA
Dalam penelitian aspek psikologis tokoh Tilarsih dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto memerlukan beberapa kajian kepustakaan yang relevan sebagai tinjauan penelitian meliputi:
·         Tinjauan terhadap apresiasi karya sastra
Apresiasi sastra merupakan salah satu bentuk reaksi kinetik dan reaksi verbal seorang pembaca terhadap karya sastra yang didengar atau dibacanya.
Kata apresiasi diserap dari kata bahasa Inggris appreciation yang berarti penghargaan. Apresiasi sastra berarti penghargaan terhadap karya sastra. Apresiasi sastra berusaha menerima karya sastra sebagai sesuatu yang layak diterima dan mengakui nilai-nilai sastra sebagai sesuatu yang benar.
·         Tinjauan pengertian karya sastra
Karya sastra adalah anak kehidupan kreatif seorang penulis dan mengungkapkan pribadi pengarang.” (Selden, 1985: 52).
·         Tinjauan terhadap psikologi sastra
Psikoligi merupakan ilmu bantu yang relevan karena dari proses pemahaman karya sastra dapat diambil ajaran dan kaidah psikoligi. Hal ini sejajar dengan pendapat atmaja (1986:63) yang mengungkapkan bahwa hubungan psikologi sastra adalah di satu pihak karya sastra dianggap sebagai hasil aktivitas dan ekspresi manusia, dipihak lain psikologi dapat membantu seorang pengarang dalam memantulkan kepekaannya pada kenyataan, memepertajuam kemampuan, pengamatan dan memberi kesemptana untuk menjajagi pola yang belum terjamah
·         Tinjauan terhadap tokoh dan penokohan dalam novel
Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehinggga terjalin suatu cerita disebut (Aminuddin, 2004:79). Sedangkan menurut Kusdiratin (dalam Depdiknas, 2005:57) mengatakan bahwa tokoh dalam karya fiksi selalu mempunyai sifat, sikap, tingkah laku atau watak-watak tertentu.
Penokohan sering disamaartikan dengan karakter atau perwatakan, yakni mengacu pada penempatan tokoh-tokoh tertentu dengan watak tertentu. Sehingga penokohan dapat diartikan sebagai pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita (Nurgiantoro, 1995:176).


METODOLOGI PENELITIAN
Dalam suatu penelitian ilmiah, metodologi menempati peranan yang sangat penting sesuai dengan obyek penelitian.
Yang dimaksud dengan metodologi di sini adalah kerangka teoritis yang dipergunakan oleh penulis untuk menganalisa, mengerjakan, atau mengatasi masalah yang dihadapi itu. Kerangka teoritis atau kerangka ilmiah merupakan metode-metode ilmiah yang akan diterapkan dalam pelaksanaan tugas itu (Keraf, 2001:310).
1.      Metode Penelitian
Metode penelitian adalah cara untuk mengungkapkan atau menganalisa suatu permasalahan yang menjadi obyek penelitian. Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, penulis memerlukan metode. Metode merupakan cara kerja yang harus ditempuh dalam suatu penelitian ilmiah.
Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif selalu bersifat deskriptif, artinya data-data yang dianalisis dan hasil analisisnya berbentuk deskriptif fenomena, tidak berupa angka-angka atau koefisien atau tentang hubungan antara variable. Sehingga penelitian ini berupaya memaparkan suatu peristiwa secara rinci, sistematis, cermat, dan faktual mengenai aspek kepribadian tokoh utama dalam novel Trah karya Atas S. Danusubroto.

2.      Sumber Data
Sumber data adalah subjek darimana data itu diperoleh. sumber data dari penelitian ini ada dua, sumber data primer yaitu sumber data dari novel Trah karya Atas S. Danusuroto yang terbit tahun 2008, di terbitkan oleh penerbit Narasi : Yogyakarta, dengan jumlah halaman 268. Dan sumber data sekunder yaitu sumber data dari buku-buku yang mendukung penelitian.

3.      Teknik Pengumpulan Data
Beberapa langkah yang ditempuh untuk mengumpulkan data penelitian adalah
(1) membaca literature kepustakaan yang relevan dengan judul penelitian.
(2) penyusunan kerangka penelitian sebagai panduan kerja, karena teknik yang digunakan berupa teknik analisis tekstual.
(3) mendeskripsikan lakuan, dialog, monolog, dan komentar tokoh lain dari setiap tokoh wanita yang mencerminkan aspek kepribadian tokoh-tokoh wanita dalam novel Trah karya Atas S.Danusubroto.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu analisis isi yang terdapat dalam novel Trah karya Atas S.Danusubroto.

DAFTAR PUSTAKA
S.Danusubroto, Atas.2008.Trah.Yogyakarta:penerbit NARASI.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates